Cara Membedakan iPhone dan Android yang Refurbished dan Rekondisi

0
6

Sumber Foto: Istimewa

IDN-CHANNEL – Minat pembelian ponsel bekas sepertinya masih banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satu alasan masih diminatinya yakni dari segi harga yang lebih murah dibanding produk ponsel yang baru.

Ada dua jenis proses yang banyak dilakukan pada ponsel bekas, yakni refurbished dan rekondisi. Meskipun keduanya mengacu pada proses peremajaan pada perangkat bekas sebelum dijual kembali pada calon konsumen, tapi ternyata ada beberapa perbedaan pada komponen pengganti yang digunakan dan prosedur pengujiannya.

Ponsel refurbished adalah ponsel bekas yang sudah melalui proses peremajaan dan inspeksi oleh pabrikan perangkat yang bersangkutan. Contohnya, ponsel iPhone yang langsung di tangani oleh Apple. Sementara, ponsel rekondisi adalah ponsel bekas yang telah melalui proses perbaikan atau peremajaan oleh pihak bukan pabrikan.

Terkait penggantian komponen, perbaikan ponsel refurbished dilakukan dengan memakai sparepart asli (original). Kemudian, ponsel diuji dan dipastikan telah memenuhi standar kualitas pabrik sebelum dijual kembali dengan harga yang lebih murah dibanding ponsel dalam keadaan baru.

Berbeda dengan refurbished, pihak-pihak non-resmi yang melakukan perbaikan pada ponsel rekondisi tentunya tidak menggunakan sparepart original. Apabila ponsel masih berfungsi secara normal, oknum tersebut biasanya hanya memperbaiki kondisi bodi ponsel dengan memasang casing yang masih baru. Namun apabila ada kerusakan, tak jarang oknum tersebut melakukan proses “kanibal” dengan menggeledah komponen hardware dari unit ponsel lain.

Jika Anda berminat membeli ponsel, sebaiknya beli lah ponsel melalui toko resmi. Selain itu, Anda juga patut curiga jika ada toko resmi yang mengklaim menjual refurbished, karena tentunya ponsel tersebut tak bisa dijamin keaslian produknya. Untuk itu, ada beberapa cara untuk mengecek ponsel rekondisi atau tidak.

Pada iPhone
1. Buka aplikasi Pengaturan.
2 Pilih menu Umum dan klik Tentang.
3. Akan muncul daftar informasi ponsel, termasuk nama perangkat, versi perangkat lunak, dan nomor model.

Dilansir dari Howtogeek.com, ada beberapa tipe nomor model yang dapat kamu perhatikan untuk mengungkapkan asal usul dari iPhone tersebut. Yang pertama, jika nomor model dimulai dengan huruf M, berarti ponsel tersebut dibeli dari Apple. Yang kedua, jika nomor model dimulai dengan huruf F, berarti ponsel tersebut merupakan refurbished dari Apple atau operator.

Yang ketiga, jika nomor model dimulai dengan huruf P, berarti produk tersebut merupakan personalized iPhone atau produk yang dipesan custom, dan memiliki tanda khusus pemesanan berupa gravir. Yang terakhir, jika nomor model dimulai dengan huruf N, berarti perangkat pengganti untuk iPhone yang tidak berfungsi.

Pada Android
Dilansir dari Groovypost, terdapat cara sederhana yang bisa digunakan untuk mengecek ponsel Android refurbished atau tidak. Jika Android Anda versi 4.0 kebawah, dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Buka menu “Telepon”, tekan ##786# atau #*#786#*#.
2. Tidak perlu menekan tombol panggil karena nantinya telepon Anda akan secara otomatis membuka layar RTN, dan ketuk “Lihat”.

3. Gulir ke bawah layar RTN ke status rekondisi. Ada dua kemungkinan entri status pada ponsel tersebut, yakni “Ya”, jika ponsel tersebut telah diperbarui, dan “Tidak”, jika ponsel tersebut bukan model rekondisi atau pabrikan baru.

Untuk ponsel Android versi terbaru, Anda bisa mengecek informasi tersebut melalui aplikasi di Play Store bernama Phone INFO. Lalu, install dan buka aplikasi tersebut. Masukkan nomor serial ponsel dengan mengecek pada bagian Tentang, Status Telepon. Masukkan informasi tersebut ke aplikasi. Nantinya akan tertera status, apakah ponsel tersebut original atau tidak.

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here