31 C
Jakarta
Kamis, 28 Oktober 2021
Beranda Internasional Pangeran Philip Meninggal, Kisah Cinta Ratu Elizabeth II Dipisahkan Oleh Maut

Pangeran Philip Meninggal, Kisah Cinta Ratu Elizabeth II Dipisahkan Oleh Maut

Foto: Istimewa

IDN-CHANNEL – 9 April menjadi hari penuh duka bagi pemimpin tertinggi monarki Inggris, Ratu Elizabeth II. Pasalnya hari ini sang pendamping hidup selama 7 dekade itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Pangeran Philip dikabarkan meninggal dunia di usia 99 tahunnya. Setelah dirawat satu bulan di Rumah Sakit King Edward VII di London karena menjalani operasi jantung, akhirnya Duke of Edinburgh ini menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya.

Meninggalnya Pangeran Philip tentunya membawa pengaruh besar terhadap Ratu Elizabeth II. Dibalik sosoknya yang tangguh dan hebat sebagai pemimpin kerajaan Inggris, tak bisa dipungkiri, sosok Pangeran Philip lah yang menjadi kekuatan terbesarnya dalam menjabat sebagai Ratu.

Setelah mendampingi selama 74 tahun, kisah cinta tersebut akhirnya harus terpisahkan oleh maut. Kisah cinta yang dimulai ketika keduanya bertemu pada tahun 1934 di pernikahan Putri Maria dari Yunani dan Denmark dengan Pangeran George, Duke of Kent.

Setelah pertemuan tersebut, mereka bertemu kembali ketika Elizabeth masih menjadi seorang putri pada tahun 1939. Menurut sejarawan kerajaan Christopher Warwick, pertemuan itu terjadi saat dia bepergian dengan orang tua Raja George VI dan Ratu Elizabeth dan adik perempuannya, Margaret, menuju Britannia Royal Naval College di Dartmouth.

Elizabeth saat itu sebenarnya sudah jatuh cinta dengan ketampanan Philip yang memiliki rambut pirang dengan sepasang mata biru. Ekspresi jatuh cinta yang Elizabeth ini juga dituliskan sepupu Ratu, Margaret Rhodes, dalam otobiografi “Elizabeth benar-benar jatuh cinta sejak awal”. Dalam otobiografi tersebut menceritakan perubahan wajah Elizabeth yang menjadi merah muda saat jatuh cinta pada pandangan pertamanya dengan Philip.

Di tahun-tahun berikutnya, keduanya menjadi tidak sengaja bertemu di acara kerajaan. Sejak saat itu pula, sang bangsawan juga sudah terpesone dengan Elizabeth dan tak pernah memikirkan perempuan lain. Seperti kebanyakan kisah cinta klasik lainnya, keduanya mulai bertukar surat selama bertahun-tahun di masa-masa peperangan.

Pasangan itu pun resmi sebagai suami istri tiga tahun kemudian pada November 1947 di lorong Westminster Abbey. Dengan menggunakan gaun sutra dan memegang buket anggrek putih dengan setangkai myrtle, Elizabeth yang saat itu berusia 21 tahun berjalan menuju pangerannya yang berusia 26 tahun.

Kisah cinta itu pun tidak selamanya mulus. Ada banyak penolakan saat keduanya memutuskan menikah, banyak yang beranggapan bahwa sosok Philip terlalu kasar, terlalu Jerman, terlalu Yunani. Tapi Putri Elizabeth bersikukuh dengan hubungannya dengan Philip. Sampai akhirnya Pangeran Philip memutuskan untuk melepaskan haknya atas tahta Yunani dan Denmark.

Bahkan hubungan ini juga sempat diterpa kabar perselingkuhan, namun pada akhirnya Pangeran Philip membuktikan kesetian dan cintanya pada sang istri, Ratu Elizabeth II hingga akhir hayatnya. Sama seperti penilaian sang mendiang ayah mertuanya, Raja George VI yang mengatakan bahwa Pangeran Philip adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Ratu Elizabeth II tak hanya sebagai istri tapi juga pemimpin tertinggi Inggris.

Dikutip dari Daily Star, sosok Pangeran Philip sebagai kekuatan tersebar juga pernah diungkapkan Ratu pada 20 November 1997, di pesta malam peringatan 50 tahun pernikahannya.

“Dia adalah seseorang yang tidak mudah menerima pujian. Tetapi dia telah menjadi kekuatanku dan mempertahankan semua ini. “aya, dan seluruh keluarganya dan banyak negara lain, berhutang padanya lebih banyak daripada yang dia sendiri atau kita akan pernah tahu,” ujar Ratu Elizabeth II.

“Saya pikir pelajaran utama yang telah kita pelajari adalah bahwa toleransi adalah salah satu unsur penting dari setiap pernikahan yang bahagia. Ini mungkin tidak terlalu penting ketika segalanya berjalan dengan baik, tetapi sangat penting ketika keadaan menjadi sulit. Anda dapat mengambilnya dari saya bahwa Ratu memiliki kualitas toleransi yang berlimpah.”

Saat perayaan 50 tahun pernikahannya, Pangeran Philip juga mengungkapkan tentang rahasia di balik pernikahan langgeng mereka.

“Saya pikir pelajaran utama yang telah kita pelajari adalah bahwa toleransi adalah salah satu unsur penting dari setiap pernikahan yang bahagia. Ini mungkin tidak terlalu penting ketika segalanya berjalan dengan baik, tetapi sangat penting ketika keadaan menjadi sulit. Anda dapat mengambilnya dari saya bahwa Ratu memiliki kualitas toleransi yang berlimpah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mentan SYL Ingatkan Pentingnya Ketangguhan Sistem Pangan Kawasan ASEAN

Foto: Kementerian Pertanian IDN-CHANNEL - Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk pada pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 2 “Tanpa Kelaparan”, khususnya dalam memastikan...

Presiden Sampaikan Tiga Fokus KTT ASEAN Plus Three dalam Ketahanan Kesehatan

Foto: Sekretariat Presiden IDN-CHANNEL - Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga hal yang dapat menjadi fokus ASEAN Plus Three (APT) dalam pembangunan ketahanan kesehatan. Tiga hal...

Mentan SYL Pimpin Sidang Menteri Pertanian ASEAN, Pastikan Ketahanan Pangan Regional

Foto: Kementerian Pertanian IDN-CHANNEL - Seiring dengan dinamika pembangunan regional dan imbas pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak para...

Jangan Khawatir, Cara Ini Cepat Bersihkan Ketiak Yang Hitam

Sumber Foto: Istimewa IDN-CHANNEL - Ketiak yang hitam dapat mengganggu penampilan dan membuat rasa percaya dirimu berkurang. Terlebih bagi kamu yang suka memakai pakaian tanpa lengan....

Recent Comments