Susahnya Menjadi Beauty Vlogger

Sumber foto: Istimewa

IDN-CHANNEL – Berkembangnya konten kreator yang semakin kreatif membuat penonton berbondong-bondong bertransmigrasi dari acara TV ke channel YouTube. Channel yang dapat diganti sesuka hati, dan dapat dilihat berulang kali menambah nilai tambah bagi YouTube.

Dengan meningkatnya penonton di YouTube membuat banyak orang secara kreatif menjadi konten kreator. Mulai dari acara memasak, talkshow , sampai ke vlogger. Salah satu acara YouTube yang banyak penggemarnya yaitu Beauty Vlogger.

Beauty Vlogger merupakan sebutan untuk seseorang yang memberikan tutorial, _review_ , padu padan hingga tips untuk bermake up dan skincare via YouTube, ataupun Instagram.

Dengan menjamurnya beauty vlogger, membuat pekerjaan ini sangat memiliki banyak peminat. Selain itu penontonnya pun variatif, mulai dari remaja sampai ibu-ibu sosialita.

Beauty vlogger juga nantinya akan sering mendapat produk gratis untuk di review, serta mendapat _adSense_ dari Youtube. Tidak sedikit juga dari beauty vlogger yang akhirnya merambah sektor lain karena sudah mendapat personal branding menjadi orang yang dapat dipercaya.

Jika berbicara soal penghasilan, banyak sumber yang menjadi penghasilan murni sebagai beauty vlogger, seperti bayaran _endorse_ , YouTube _adSense_ , dan masih banyak lagi. Kita ambil 3 contoh dari beauty vlogger Indonesia yang terkenal dengan penghasilan tertinggi, yaitu Suhay Salim, Tasya Farasya, dan Rachel Goddard.

Suhay Salim dengan gaya khasnya yang santai dan tanpa ribet, saat ini YouTube-nya memiliki 1,48 juta subscriber dan viewers sebanyak 105 juta. Diperkirakan memiliki penghasilan sebanyak Rp 12 juta hingga Rp 200 juta perbulannya.

Selanjutnya, Tasya Farasya. Terlihat dari akun YouTube-nya memiliki 3,75 juta subscriber dan viewers sebanyak 192 juta, dapat meraup penghasilan sebesar Rp 24 juta hingga Rp 277 juta rupiah perbulannya. Padahal akun Tasya Farasya tersebut baru mulai aktif tahun 2017, tapi traffic yang didapat juga lumayan lebih cepat dibanding YouTuber lainnya.

Yang terakhir, Rachel Goddard. Wanita yang terkenal cerewet ini memang sudah memulai kariernya sebagai beauty vlogger sejak 2014 lalu. Meskipun subscriber-nya masih dibawah Tasya, yaitu 2,98 juta. Tapi penghasilannya diperkirakan bisa mencapai Rp 31 juta – Rp 498 juta rupiah perbulannya. Ditambah saat ini ia memiliki bisnis kuliner sendiri yaitu Ayam Penyet Keriting.

Dibalik banyaknya manfaat yang didapat dan beberapa vlogger yang memiliki penghasilan tinggi, sebenarnya beauty vlogger merupakan pekerjaan yang sulit. Dengan membuat video yang berisi tutorial makeup, review produk kecantikan, serta tips-tips kecantikan, banyak pandangan yang meremehkan sebagai pekerjaan mudah. Padahal sebenarnya membuat vlog kecantikan tidak mudah, mereka memegang tanggung jawab besar untuk menyajikan video yang dapat dicontoh dan diterima oleh masyarakat luas.

Dengan tanggung jawab tersebut, beauty vlogger juga dituntut untuk memberikan penjelasan yang mudah diterima, tutorial unik dan menarik, review produk yang jujur, dan juga kecerdasan dalam menilai zat yang terkandung disuatu produk.

Meskipun tanggungjawab yang cukup berat karena video yang dibuat menjadi acuan orang banyak, nyatanya banyak beauty vlogger yang kurang peduli dengan keamanan penontonnya. Tuntutan yang didapat dari merk yang meminta untuk dipromosikan juga menjadi kebingungan sendiri bagi seorang beauty vlogger.

Merk produk kecantikan global, L’Oréal pun pernah mengakui, untuk meningkatkan hasil penjualan, perusahaan merekrut banyak beauty vlogger. Nantinya beauty vlogger tersebut akan dituntut untuk mengulas produk mereka. Sehingga mau atau tidak mau, beauty vlogger harus berkreasi membuat video yang mampu disaksikan oleh banyak orang, bahkan bisa berkali-kali dalam durasi 15 menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here